Selasa, 02 Juni 2009

10 Langkah Jitu Menggambar Manga Bagi Pemula

"Menggambar bukanlah pelajaran yang sulit seperti Matematika atau Fisika, Menggambar adalah Seni yang dapat dipelajari dengan Mudah, Jika Anda Tahu Caranya! OK kita mulai sekarang"

  1. Langkah pertama mulailah mencari referensi buku komik yang akan digambar, karena mencontoh gambar yang sudah ada lebih mudah daripada harus membuat gambar sendiri.

  2. Sebelum kita mulai menggambar siapkan peralatan gambar terlebih dahulu kertas kosong, pensil dan penghapus. Nah.. kalau semuanya sudah siap mari kita mulai menggambar.

  3. Gambarlah wajah salah satu tokoh komik favorit Anda dengan cara perlahan-lahan. Saya sarankan gambarlah tokoh komik yang kira-kira mudah untuk di gambar misalnya Doraemon atau Sincan.

  4. Gambarlah dengan perlahan-lahan... dan tidak perlu khawatir bila hasil gambarnya tidak mirip dengan komiknya, namanya juga baru belajar menggambar.

  5. Usahakan dalam setiap menggambar wajah dari tokoh komik dilakukan sampai selesai. Gambarlah wajah tokoh komik tersebut secara berulang-ulang sehingga kira-kira mirip dengan di komiknya.

  6. Kemudian gambar tokoh komik tersebut tanpa harus melihat buku komik. Mungkin gambar yang dihasilkan tidak mirip dengan aslinya, tapi yang paling penting anda sudah mengetahui ciri-ciri khusus pada gambar tokoh komik tersebut.

  7. Gambarlah wajah tokoh tersebut dalam posisi yang berbeda , misalnya gambar dari arah samping atau depan. Lakukan hal ini berulang-ulang, kemudian gambar tokoh komik tersebut tanpa harus melihat buku komik.

  8. Sebagai catatan, jangan dulu berpindah untuk menggambar tokoh komik yang lain, karena itu akan merusak konsentrasi anda dalam menggambar.

  9. Jika Anda sudah dapat menggambar wajah tanpa harus melihat buku komik. Selanjutnya cobalah untuk mengganti ekspresi wajah tokoh komik tersebut, misalnya gambar ekspresi wajah yang sedang marah, sedih atau ekspresi wajah gembira.

  10. Ikuti langkah demi langkah point-point yang ada diatas.

“Selamat Mencoba”

Anime Pertama dalam Sejarah Jepang

Bagi kalangan Indonesia terlebih di masa kecil kita, mungkin sebagian besar orang berpendapat bahwa anime pertama yang kita lihat atau kita tonton sepanjang sejarah kita adalah seperti Voltes V, God Sigma, Go shogun, Shogun Getta, Go Lion dan juga Candy Candy. Nah anime-anime tersebut adalah anime TV Seri di era akhir tahun 1970 hingga 1980-an.

Mungkin sempat penasaran kali ya, anime apa sih yang dipublikasikan pertama kali dalam sejarah animasi Jepang ?
Mari kita belajar sedikit sejarah mengenai awal mulanya anime kemudian anime apa yang menjadi pentolan pertama alias nongol untuk pertama kalinya di Jepang...

Kalau untuk kategori TV seri pertama kali banyak orang termasuk ahli sejarah anime pasti berpendapat Testuwan Atom (Astro Boy) merupakan anime TV pertama.
Astro Boy pertama kali muncul pada jaman perang dunia kedua oleh seorang buruh pabrik dan dokter, Osamu Tezuka Osamu Tezuka. Beliau termasuk orang yang pertama dan awal mula kemunculan Manga. Pasti kita berpikir, lebih dulu mana anime atau manga ? semoga bisa kita tarik kesimpulan dari artikel ini.
Osamu Tezuka terinspirasi oleh kartun karya Disney dan mulai berkarya dalam animasi. Pada tahun 1947 Osamu yang pertama kali memunculkan sebuah buku cerita bergambar sekelas novel, Shintakarajima. Pada tahun 1963 beliau berhasil memproduksi sebuah anime Testuwan Astro atau dikenal dengan Astro Boy


Jadi Astro Boy merupakan anime TV pertama dong ??
Bukan, Astro Boy merupakan anime TV pertama berdurasi 30 menit yang sukses secara Internasional.
Dua tahun sebelum munculnya Astro Boy sebenarnya ada yang merupakan TV seri pertama
dalam sejarah Jepang :

Mittsu no Hanashi
Release : 01 Mei 1961
jenis : TV Seri

TV Special Mittsu no Hanashi berjumlah 3 episode (trilogi) mengenai tiga kisah yang populer yaitu Third Blood, Oppel and the Elephant dan Sleepy Town. Third Blood yang menjadi seri TV anime pertama di Jepang. Disiarkan oleh NHK dan disutradarai oleh Keiko Kozonoe


Lalu bagaimana dengan Movie pertama dari anime ?
Ternyata lebih dulu Movie Anime ketimbang TV Seri. Pada tahun 1943 sebuah anime movie berdurasi panjang pertama kali muncul menceritakan serangan Amerika terhadap Pearl Harbour pada tahun 1941. Anime tersebut adalah Momotarou no Umiwashi tapi masih hitam putih. kemudian secara kronologis muncul Movie yang tercatat sebagai Movie Anime pertama :

HakujadenHakujaden
Release : 22 Oktober 1958
Produksi : Toei Animation
jenis : Movie

Hakujaden merupakan anime movie pertama kalinya yang menggunakan warna. Seiyuu nya hanya dua orang, tapi memerankan suara semua peran yang ada. Movie berdurasi 78 menit ini disutradarai oleh Kazuhiko Okabe dan Taiji Yabushita. Ceritanya berdasarkan dari legenda Cina.





Nah, setelah TV Seri dan Movie, sekarang kita membahas OVA pertama kali dalam sejarah. Jenis anime yang ini muncul paling belakangan dan era mulai bangkitnya studio studio anime :

DallosDallos (Dallos Hakaishirei)
Release : 12 Desember 1983
Produksi : Bandai Visual
Jenis : OVA

Dallos merupakan OVA pertama kali disiarkan. Animasinya dikerjakan di studio Pierrot dan berdurasi 83 menit. Disutradarai oleh Mamoru Oshii dan disiarkan oleh Bandai Channel

BLOOD † , serial anime thriller / horror terbaik

Produksi: Production I.G. dan Aniplex

Sutradara: Junichi Fujisaku
Genre: Drama misteri, thriller, horror
Masa tayang di Jepang: Oktober 2005 – September 2006
Jumlah episode: 50 (tamat)



Alasan awal diproduksinya serial ini adalah booming-nya film animasi produksi tahun 2001 berjudul Blood: The Last Vampire yang mendapatkan berbagai macam award disetiap festival film yang diikutinya di seluruh dunia. Film ini memang mendapatkan kritik positif dari para pengamat film dunia termasuk James Cameron yang memuji film Blood: The Last Vampire sebagai standar baru dunia animasi. Hanya saja banyak juga kritik yang menganggap film ini “short length and lack of a conclusion”.

Tahun 2005 bertepatan dengan kedatanganku ke Jepang, serial anime BLOOD† ditayangkan di televisi Jepang hingga berakhir di episode final tahun 2006. Serial ini mengambil tema dan beberapa karakter yang sama dengan versi filmnya dengan setting dunia yang berbeda. Serial anime BLOOD† sendiri mendapatkan penghargaan dari Japanese Media Art Festival ke 9 sebagai salah satu anime yang direkomendasikan dengan garapan terbaik.

Aku sengaja menulis resensi cerita hingga episode ke 6 demi merangsang niat pembaca untuk menonton, karena episode selebihnya akan mulai menguak misteri dibalik cerita sedikit demi sedikit seiring dengan bertambahnya jumlah episode. Menu utama film ini adalah cerita dan misteri yang tersembunyi dibalik sosok tokoh utama yang bernama Saya Otonashi.

Setting cerita pada masa kini (tahun 2005) menceritakan tentang seorang anak SMU bernama Saya Otonashi yang tinggal bersama keluarganya di kota Okinawa yang berdekatan dengan Kadena, pusat pangkalan militer USA di Jepang. Saya dikenal orang sekitarnya mengidap penyakit amnesia (lupa ingatan) dan anemia sehingga wajib melakukan transfusi darah secara berkala. Keluarga Saya seluruhnya keluarga angkat, karena Saya sendiri tidak ingat sedikitpun tentang masa lalunya sampai George Miyagutsuku, seorang veteran perang Vietnam asal Amerika yang berkewarganegaraan Jepang, bersedia menampung Saya dan mengadopsinya sebagai anak.

Istri dan anak biologis George sendiri telah tiada akibat kecelakaan yang menimpa mereka bertahun-tahun yang lalu. Sebelum mengadopsi Saya, George terlebih dahulu telah mengadopsi dua bersaudara Kai Miyagutsuku dan Riku Miyagutsuku sebagai anak angkat. Jadilah Saya memiliki seorang ayah, seorang abang dan seorang adik lelaki.

Hidup Saya diawal episode terlihat menyenangkan terlepas dari perawatan penyakitnya serta mimpi buruk yang selalu membayangi tidurnya (dalam mimpinya ini Saya melihat seorang anak perempuan pada masa perang Vietnam membantai penduduk sipil, tentara dan monster). Punya ayah George yang mengasihinya, punya abang Kai yang sayang padanya walaupun sok protektif sebagai anak tertua, punya adik manja Riku yang suka masak dan teman-teman sebagaimana layaknya remaja dewasa di Jepang membuat hidup Saya serasa sempurna.

Hingga pada suatu hari Saya diserang monster mirip vampire yang dikemudian hari dikenal dengan nama Chiropteran. Ketika hampir celaka tiba-tiba muncul seorang misterius yang selalu membawa kotak Cello bernama Hagi menolong. Tapi Hagi hanya dapat membuat monster itu lumpuh tanpa bisa membunuhnya. Menurut Hagi, satu-satunya orang yang bisa bunuh Chiropteran hanya Saya sendiri. Saya tiba-tiba saja mendadak menjadi kalap dan dengan menggunakan katana (pedang samurai Jepang) yang dibawa oleh Hagi, Saya tanpa sadar membantai sang monster dengan sadis.

bloodplus1
(Gambar kiri) Keluarga Miyagusuku, George, Kai, Saya dan Riku.
(Gambar kanan) Saya Otonashi bersama teman-teman seperjuangannya

Rupanya rahasia Saya dimasa lalu diketahui oleh ayah angkatnya, namun George tak mau memberi tahu Saya karena khawatir kalau anak angkatnya jadi terpukul dengan masa lalunya yang gelap. Tak lama kemudian George didatangi seseorang dari organisasi rahasia yang bernama Red Shield yang menagih janji karena Red Shield telah mempercayakan Saya kepada George untuk dipelihara. Tapi George terus menolak menyerahkan Saya kepada Red Shield dengan alasan Saya belum siap, hingga suatu ketika Saya kembali diserang monster dan George tewas terbunuh karena melindungi Saya. Dari sini cerita serial ini mulai panas.

Saya mulai sedikit demi sedikit mendapatkan ingatannya dan memulai perjalanan keliling dunia dari Jepang, Vietnam, Rusia, Perancis hingga klimaksnya di London dalam rangka memberantas monster Chiropteran dengan anggapan hanya dirinya seoranglah yang mampu membunuh Chiropteran. Masalahnya Kai sebagai abang tertua merasa bertanggung jawab atas keluarga setelah George tewas. Dia tidak mau Saya pergi berkeliaran memberantas monster sendirian, sedangkan si bungsu Riku yang masih SMP tentu saja tidak mau ditinggal 2 kakaknya.

Berbekal pedang katana yang dibawa Hagi, mulailah petualangan Saya bersama Kai dan Riku dibantu Hagi menyingkap masa lalunya yang suram, masa lalu Red Shield dan organisasi saingannya Cinq Fleches beserta rahasia gelap dibalik perseteruan antara Red Shield dan Cinq Fleches.

Serial anime ini memiliki segala macam aspek yang dituntut untuk menjadi anime keren yaitu gambar, musik, dan tentu saja paling penting yakni cerita bagus. Kekuatan utama serial anime ini adalah penyingkapan misteri yang secara bertahap dan rapi dibongkar pada tiap episode sehingga menimbulkan rasa penasaran penonton. Setelah melewati setengah musim (sekitar episode 30/50) hampir seluruh misteri telah terungkap, tinggal bagaimana cara penyelesaian kisah. Hal inipun tak kalah menarik untuk disaksikan. Thriller yang disajikan juga cukup menawan dimana ketegangan selalu muncul silih berganti untuk setiap story arc. Unsur dramanya sendiri sangat menyentuh. Dari hubungan antar keluarga Miyagutsuku, hubungan Saya dengan “saudaranya” yang bernama Diva, hubungan antara “Queen dan Chevalier” (yang ini tonton sendiri, takut spoiler), hingga hubungan Saya dengan anggota organisasi Red Shield. Hal unik lainnya adalah tokoh Diva. Diva yang didapuk sebagai antagonis utama justru memiliki penampilan paling manis, paling cute, paling menggemaskan dan paling innocence. Hehehe… sulit membayangkan penampilan Diva yang demikian justru terbalik dengan posisinya sebagai tokoh antagonis, unik bukan?